Girlhouse: Panas, Menggairahkan, dan Penuh Darah

Hayo ngaku, berapa kali kamu buka-buka situs porno? Sehari sekali? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Atau nggak inget saking seringnya? Ckckckckck. Pernah nggak nemuin hal aneh saat buka situs porno yang berbasis live cam? Cerita-cerita dong kalau pernah. Hehe.

Ngomong-ngomong soal situs porno berbasis live cam, ada nih film yang membahas tentang itu, judulnya Girlhouse. Kalo denger judulnya, pasti yang ada di benakmu adalah gadis-gadis cantik yang tinggal di sebuah rumah to? Yes! Nggak salah! Tapi Girlhouse menyuguhkan lebih dari gadis-gadis cantik yang pamer boobs dan ‘aaaah eeeeh aaaah eeeehh’.

Girlhouse Devon

Dibungkus dengan cerita soal situs porno, Girlhouse adalah film thriller dapukan sutradara Jon Knautz dan Trevor Matthews. Kalo nggak baca review ini pasti kamu ketipu dah sama genre Girlhouse. Adegan pembukanya memang suara desahan-desahan cewek dan cuplikan-cuplikan film porno.

Alkisah Kyle Atkins (Ali Cobrin) adalah seorang mahasiswa cantik yang butuh duit. Nggak pake pikir panjang, ia memanfaatkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya untuk meraup dolar dengan menjadi penampil di situs porno Girlhouse. Terang saja dengan keistimewaannya tersebut, ia langsung meraih popularitas dan punya fans baru dengan nama akun Loverboy (Slaine).

Girlhouse Kyle

Tiap kali online, Loverboy selalu jadi langganan private chat Kyle. Hingga suatu ketika, Loverboy berhasil nge-hack situs porno yang diklaim memiliki keamanan dan privasi tingkat dewa oleh pendirinya. Loverboy menunjukkan foto dirinya pada Kyle. Karena ulah iseng salah seorang penghuni Girlhouse, foto Loverboy terpajang di salah satu ruangan. Sontak Si Loverboy nggak terima dan marah-marah karena wajah aslinya sekarang bisa dilihat ribuan orang. Apalagi setelah para gadis Girlhouse tahu wajah asli Loverboy, mereka agak merendahkannya. Dalam kemarahan yang menggelegak, akhirnya si Loverboy menyatroni para penghuni Girlhouse dan menumpahkan amarahnya.

Sebagai debut sutradara, Girlhouse punya kualitas yang lumayan, apalagi buat kamu para pecinta slasher. Ceritanya mengalir begitu saja, nggak perlu mikir-mikiran karena motif dan segalanya sudah diceritakan dengan jelas. Nilai plus buat kamu yang males mikir dan nggak begitu suka teka-teki. Namun, layaknya manusia pada umumnya, sang sutradara juga memiliki beberapa kesalahan seperti tokoh Devon (Alyson Bath) yang bajunya tiba-tiba ganti dalam satu scene. Be carefull too with the blood, because it spoils everywhere.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *