13 Alasan Positif Kenapa Harus Nonton 13 Reasons Why

Dunia remaja emang indah, ya kan? Kamu semua pasti setuju. Saat remaja yang jadi beban pikiran hanyalah tugas-tugas dan mikirin gimana caranya bisa jadi anak populer se-sekolahan, ya to? Etapi tunggu dulu, itu emang dua masalah yang utama. Lha yang printil-printilan alias yang lain-lainnya gimana?

Ada satu lagi masalah yang bikin remaja empet dan bahkan minder, yaitu bullying. Wah inilah masalah yang kompleks dan harus segera ditanggulangi. Soalnya nggak main-main efeknya gaes! Kalau nggak percaya lihat aja di serial terbarunya NETFLIX, 13 Reasons Why.

Selintas nih ya, 13 Reasons Why bercerita mengenai Hannah Baker yang memutuskan untuk bunuh diri karena lelah menghadapi bully-an dari kawan-kawannya. Namun, sebelum mengakhiri hidupnya ia bikin sebuah rekaman untuk mereka yang dianggap tukang bully.

Banyak kontroversi yang mengikuti release-nya serial ini, tapi kamu layak lho ngikutin serial ini dengan catatan berpikiran positif lho ya. Sini tak kasih 13 alasan positif kenapa kamu harus nonton 13 Reasons Why.

1. Biar kamu tahu kalau bunuh diri itu nggak worth sama sekali

Seperti badai yang pasti berlalu, masalahpun juga akan begitu. Camkan itu baik-baik! Kalau ada masalah, bersabarlah dan terus berdoa. Kalau butuh sandaran, ingat orang-orang terdekat yang mencintaimu. Curhatlah ke mereka dan jangan lupakan Tuhan. Dibully emang nggak enak banget gaes, I knew it! Tapi bukan bunuh diri penyelesaiannya.

Clay dan Hannah

Kalau kamu mengalami yang namanya bullying, segeralah lapor ke pihak yang kamu percaya bisa membantumu. Kalau di sekolah ya ke guru BP misalnya. Ungkapkanlah dengan jujur apa yang kamu alami. Syukur-syukur kalau kamu berani melawan si tukang bully. Pokoknya jangan pernah berpikir bunuh diri bisa menyelesaikan masalah.

2. Mendidikmu bahwa bunuh diri itu menyakiti orang yang kamu cintai

Orang tua Hannah Baker

Siapa coba yang sangat terpukul kalau kamu hilang dari bumi ini dengan cara bunuh diri? Yang jelas adalah orang tuamu. Nggak mau kan bikin orang tuamu sedih dan merasa gagal merawat anaknya to? Selanjutnya adalah orang-orang yang benar-benar mencintaimu sepenuh hati. Coba deh tengok sedihnya kedua orang tua Hannah dan juga Clay (Dylan Minnette). Aduh hatimu bakalan tercabik-cabik deh kalau lihat mereka.

3. Nggak ada untungnya menjadi tukang bully

Beberapa teman Hannah

Berada di posisi atas memang bisa membuat manusia lupa diri, jadi kita bisa berlaku seenak udel. Kadang kita lupa kalau orang lain juga punya hati dan bisa merasakan sakit atas perbuatan kita, salah satunya adalah membully. Percayalah nggak ada yang bisa kita peroleh dengan cara membully orang lain. Yang ada hanyalah rasa sesal. Kalau tujuannya biar kita dianggap hebat, membully bukanlah jalan yang tepat. Tunjukkin dong prestasi. Ya kan?

4. 13 Reasons Why diadaptasi dari buku laris

Clay memasang headset

Udah cukup yang serius-serius, sekarang kita fun-fun ya. Kamu wajib nonton 13 Reasons Why karena serial ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Jay Asher yang dirilis tahun 2007. Novel bergenre Young Adult ini sudah meraup berbagai macam penghargaan lho, salah salah satunya adalah South Carolina Young Adult Award dan Best Book for Young Adults YALSA. Selain itu, novel ini juga masuk dalam list New York Times Bestseller.

5. Tema 13 Reasons Why lekat dengan kehidupan kita sehari-hari

Hannah Baker

Bullying, tema itulah yang ditekankan dalam 13 Reasons Why. Tema tersebut sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Secara nggak sadar, kita bisa saja melakukan bullying terhadap orang lain atau menyaksikan perilaku tersebut. Lewat 13 Reasons Why, kita akan tahu apa efek berbahaya dari bullying tersebut.

6. Nostalgia dengan kaset, walkman, dan recorder

Kaset tape

Salah satu yang unik dalam serial ini adalah sentuhan vintage-nya. Hannah Baker merekam semua pesannya dalam format kaset pita menggunakan recorder tradisional. Tentu saja untuk memutarnya juga butuh tape yang jaman dulu terkenal dengan nama boom box atau walkman kan? Nah, melihat Clay bawa-bawa walkman dan kaset jadi ingat masa lalu deh. Selamat bernostalgia!

7. Ada orang-orang top di balik 13 Reasons Why

Selena Gomez

Salah satu pertimbangan kita menonton film atau serial adalah siapa yang terlibat di dalamnya. Nah, 13 Reasons Why ini didukung orang-orang papan atas. Di kursi eksekutif produsernya ada Selena Gomez, kenal to sama mbaknya? Terus salah satu sutradara yang terlibat adalah Tom McCarthy yang pernah meraih Oscar lewat film Spotlight.

8. Alur cerita 13 Reasons Why bikin penasaran

Ryan dan Hannah

Awal nonton serial pasti agak gimana gitu alias sreg-sreg nggak sreg. Nonton 13 Reasons Why pun awalnya juga gitu, tapi begitu kasetnya disetel dan ada list mereka yang dianggap tukang bully, rasa penasaran pun tergugah. Paling penasaran sih sama bagiannya si Clay. Setelah tahu apa testimoni si Hannah buat Clay saya jadi…. Ah, nonton sendiri aja lah. Hehe.

9. Original Soundtrack yang ear catchy

Clay dan Hannah berdansa

Musik juga menjadi penentu sebuah serial layak tonton apa nggak. Untungnya lagu-lagu di 13 Reasons Why ini sangat enak didengar. Saya sih nggak apal satu persatu, tapi yang paling nyantol di telinga adalah lagunya Lord Huron, Till The Night We Met. Diputer di episode 5 pas Clay dan Hannah dansa, and? Sekalinya dengerin lagu tersebut, langsung cocok di telinga dan bikin nyesek.

10. Pemeran Hannah Baker yang cantiknya bikin klepek-klepek

Katherine Langford

Saya jujur deh kalau jadi ngefans sama Mbak Katherine Langford yang jadi pemeran Hannah di 13 Reasons Why. Abisnya cantik banget sih. Relatif sih ya, tapi saya paling suka sama rambutnya yang panjang dan tebel plus di serial ini ternyata doski pake logat asli Australia-nya. Nggak sadar saya.

11. Alur cerita yang enak diikuti

Clay dan Hannah ngobrol

13 Reasons Why mengambil sudut penceritaan dari banyak tokoh, tapi pengemasannya nggak kaku. Setiap tokoh di 13 Reasons Why ini bercerita dengan luwes, jadi kita nggak bingung tokoh mana yang sedang bercerita. Dari situ kita tahu apa sebab musababnya mereka masuk list dalam rekaman Hannah.

12. Jadi tahu gimana ngerinya bunuh diri

Hannah bunuh diri

Ini agak spoiler ya, di episode 13 kita bakalan tahu dengan cara apa Hannah mengakhiri hidupnya, yaitu memotong nadi. Adegan ini ditunjukkan secara gamblang di layar. Jadi agak berdarah-darah gitu dan bikin ngilu. Nah, dari sini semoga bisa diambil pelajaran, kalau bunuh diri itu udah sakit, nggak worth pula.

13. Ada yang beda dari novelnya

detik-detik Hannah bunuh diri

Sebuah adaptasi memang nggak bisa sama persis kayak novelnya. Pun 13 Reasons Why.  Adegan bunuh diri Hannah di novel diganti saat diadaptasi menjadi sebuah serial. Kalau di novelnya, ia bunuh diri dengan menenggak pil. Di serial, Hannah bunuh diri dengan memotong nadinya. Tujuannya? Untuk efek dramatis dan menyampaikan pesan bahwa bunuh diri itu menyakitkan dan nggak penting.

Interpretasi manusia berbeda-beda, ada yang menganggap serial ini memberi pengaruh negatif dan ada pula sebaliknya. Saran saya sih, kalau nonton 13 Reasons Why tetapkan berpikir positif. Buat yang punya anak atau adik masih remaja, dampingi aja saat nonton 13 Reasons Why.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *