Spirited Away: Makna Tersirat Lewat Animasi

Anime menjadi salah satu genre yang bisa diisi cerita apa aja. Horror bisa, drama ayok, fantasi apa lagi. Yang paling akhir disebut ini sangat jamak di dunia film animasi. Dan beberapa hari yang lalu studio Ghibli melakukan screening Spirited Away di Indonesia.

Spirited Away adalah animasi fantasi yang mendapat sambutan sangat baik. Karya Hayao Miyazaki ini bahkan memenangkan penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik tahun 2002. Sebenarnya, kisah Spirited Away sangatlah sederhana dan nggak jauh beda dari fantasi-fantasi lainnya.

Alkisah sebuah keluarga beranggotakan 3 orang sedang melakukan perjalanan menuju rumah baru. Namun, mereka tersesat dan menemukan sebuah taman bermain yang terbengkalai. Rasa penasaran berhasil mengalahkan kewaspadaan, dua orang dewasa nekad memasuki taman bermain tersebut, meski sang anak, Chihiro sudah ngotot untuk balik saja.

Apalah daya, Chihiro hanyalah seorang bocah berusia 10 tahun. Firasatnya hanya dianggap angin lalu oleh kedua orang tuanya. Mereka bertiga akhirnya memasuki taman bermain yang ternyata adalah dunia arwah. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, kedua orang tua Chihiro dikutuk menjadi babi lantaran mengonsumsi makanan dari dunia arwah. Chihiro sendiri berhasil melarikan diri dan ditolong oleh sosok arwah bernama Haku.

Haku berpesan pada Chihiro agar berusaha keras pekerjaan di dunia arwah untuk menghindari nasib yang menimpa kedua orang tuanya. Akhirnya Chihiro bekerja pada rumah pemandian yang dikelola oleh Yubaba. Ia bekerja sangat keras di sana dan menjadi korban bullying karena ia adalah manusia dan newbie di dunia pekerjaan.

Sepintas memang seperti animasi Jepang pada umumnya yang mengandalkan daya imajinasi tinggi. Jalinan cerita dan idenya patut diacungi jempol memang. tapi sampai di sini saya nggak telalu heboh menanggapi Spirited Away. Sampai suatu ketika seorang teman memberi tahu bahwa Spirited Away lebih dari film animasi biasa. Ada pesan tersirat yang ingin disampaikan sang kreator.

Pesan pertama yang berhasil saya tangkap adalah jangan meremehkan anak kecil. Seperti kedua orang tua Chihiro yang acuh akan firasatnya dan berujung pada bencana. Kedua saat orang tua Chihiro menyantap makanan di sebuah kedai. Dari cara mereka makan, dengan mudah saya bisa menafsirkan kalau adegan tersebut merupakan simbol dari ketamakan manusia. Cara mereka makan sangat menjijikkan hingga menimbulkan suara seperti babi.

Lebih dalam lagi, ternyata ada sebuah teori yang menyebutkan bahwa Spirited Away menyentil mengenai prostitusi anak-anak dengan rumah pemandian sebagai alegorinya. Hayao Miyazaki pernah menyebutkan bahwa Jepang sudah menjadi sebuah industri sex. Tahu kan kalau Jepang mendapat predikat sebagai penghasil film dewasa terbanyak di dunia?

Terlepas dari benar tidaknya teori tersebut, Spirited Away tetap menarik untuk ditonton. Penuh dengan pesan seperti mengajarkan kita untuk segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Namun, jangan lupa juga untuk tetap menghormati kebiasaan-kebiasaan lama yang ada di budaya kita. Ah, dari Spirited Away ini malah jadi penasaran sama film-film Hayao lainnya. Ada rekomendasi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *