Ghost in the Shell: Futuristik dan Seksi

Teknologi semakin lama semakin berkembang. Nggak menutup kemungkinan apa yang terjadi di film Transendence bakalan jadi nyata. Memori seseorang yang sudah meninggal bisa di upload dan bisa dipindah ke suatu tempat.

Angan-angan serupa makin dipertegas dengan releasenya Ghost in The Shell. Serupa tapi tak sama, Ghost in The Shell memiliki proses yang lebih nyata mengenai pemindahan memori ketimbang Transendence. Prosedur upload memori a la Ghost in The Shell bahkan berhasil meniupkan roh ke dalam tubuh robot.

Mayor (Scarlett Johansson) adalah percobaan pertama yang sukses. Ia hidup tak hanya sebagai robot, tapi manusia seutuhnya dalam ‘tubuh’ baru. Sayangnya, kelahiran Mayor akan dimanfaatkan sebagai senjata oleh perusahan robot dan sibernetika terbesar pada jaman itu, HANKA.

Sebagai uji coba, Mayor digabungkan dengan unit pemberantas teroris Section 9. Ia bekerja sama dengan Batou (Pilou Asbæk). Musuh mereka adalah peretas yang berkemampuan menyusup ke jaringan data mana saja bernama Kuze (Michael Pitt).

Mayor

Usut punya usut, Kuze  sebenarnya adalah sebuah percobaan gagal sebelum Mayor. Setelah mengetahui kenyataan tersebut, tentu saja Mayor kaget. Jawaban dari serangkaian pertanyaan mengenai masa lalunya perlahan-lahan muncul ke permukaan.

Mayor mulai menginterogasi Dr. Oulet (Juliette Binoche) tentang apa sebenarnya proyek HANKA yang digagas oleh Dr. Cutter (Peter Ferdinando). Dari situlah konflik mulai memanas.

Sempat ramai dengan isu whitewashing, Ghost in the Shell tetap keukeuh memajang Scarlett Johansson sebagai pemeran utamanya. Ghost in the Shell tampil dengan screenplay yang sangat futuristik dari duo Jamie Moss dan William Wheeler.

Kota dalam Ghost in the Shell

Ghost in the Shell berhasil memikat di awal-awal dengan pesona tata kota masa depan serta penampilan robot geisha. Menit-menit awal bergulir dengan cekatan merangkum kegalauan Mayor sebagai sosok yang kehilangan arah. Adegan laga pada setiap tokohnya juga cukup menghibur.

Namun, setelah perbincangan Mayor dan Kuze di sebuah tempat yang menyerupai gorong-gorong, entah mengapa alur seakan melambat dan adegan laga semakin berkurang. Pertunjukkan kecanggihan masa depan pun mengalami degradasi. Ghost in the Shell masih terselamatkan oleh curve ScarJo dan dialog-dialog yang quotable.

★★✩✩✩

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *