Life: Setiap Hidup Selalu Membutuhkan Kehancuran

Setelah digempur dengan film-film penuh nostalgia, kali ini saya mendapat suasana beda dengan menonton Life. Film thriller, horror, sci-fi dan apalah deretan genrenya ini berhasil membangkitkan suasana mencekam seperti saat menonton The Walking Dead. Akhirnya adrenalin ini terpacu lagi sama yang begituan *eh*

Life memang tak menyajikan kisah yang fresh from the oven. Ia bercerita mengenai 6 awak kapal luar angkasa yang tengah melakukan penelitian mengenai kehidupan di Mars. Keenam astronot tersebut adalah Deadpool, eh, Rory (Ryan Reynolds), Dr. David (Jake Gyllenhaal), Dr. Miranda (Rebecca Ferguson), Sho (Hiroyuki Sanada), Hugh (Ariyon Bakare), dan Katerina (Olga Dihovichnaya).

Dalam penelitian tersebut, mereka berhasil menemukan sebuah entitas kehidupan yang pada akhirnya diberi nama Calvin *keplok-keplok*. Setelah melewati serangkaian tes, Calvin hidup dan bertumbuh. Tumbuh kembang makhluk ekstraterestial ini sangat pesat. Digambarkan jika seluruh tubuhnya merupakan sekumpulan otot, mata, dan otak yang saling bersinergi dalam bentuk tentakel. Pokok e makhluk asing yang memiliki kekuatan super power. Sayangnya Calvin memilih menjadi super villain, ketimbang bergandegan dengan kita.

Setelah membaca beberapa review yang beredar, saya turut meng-amini kalau Life ini memiliki premis yang mirip dengan film Alien. Di mana para awak kapal berkejar-kejaran dengan sosok makhluk asing yang kuat dan memiliki IQ superior. Namun, Life berhasil membuat saya deg-degan sejak detik pertama Si Calvin mulai menunjukkan ‘taringnya’.

Calvin

Bentuk Calvin yang kecil-kecil methisil ini nggak bisa diremehin. Ia mampu membunuh dengan cara meremas mangsanya sampai hancur. Dengan bentuk kecil ini, Calvin juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan membunuh dari dalam. Semakin lama ia juga semakin membesar dan memiliki ide-ide licik untuk menghabisi keenam awak kapal tersebut.

Daniel Espinosa yang duduk di kursi sutradara berhasil membuat Life menjadi sebuah film alien yang mencekam tak terkira. Deretan pembunuhan yang dilakukan Calvin sangat mengerikan dan sedikit mengumbar darah. Suasana horror Life juga dibangun oleh Jon Ekstrand. Nggak cuma tentang petak umpet dengan alien saja, Life lebih kepada bagaimana setiap makhluk mencari cara untuk bertahan hidup.

Didukung dengan pemandangan apik luar angkasa, Life berhasil membuat saya ternganga mulai dari awal film. Detik-demi deti berlalu, cerita pun bergulir, basa-basi perkenalan tokoh mulai beranjak dari yang membosankan menjadi menegangkan. Thanks to Calvin yang bisa menghilangkan rasa kantuk partner saya. Haha.

Life lebih dari sebuah film horror luar angkasa yang bikin deg-degan dan merinding, tapi juga sebuah filosofi mengenai hidup, dimana ‘setiap kehidupan selalu membutuhkan kehancuran.’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *